Memuat...

Wahhhh ...66 % Remaja Indonesia Tak Perawan Lagi termasuk di Kabupaten Cianjur




ist
ilustrasi
Selasa, 19 Oktober 2010 | 12:12 WIB

TRIBUN-MEDAN.com - 66 persen remaja putri usia sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) tidak lagi perawan. Data ini beradasar hasil Survei Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang dilakukan secara nasional.

Itu artinya remaja zaman sekarang rentan terhadap seks bebas dan narkoba akibat kurang kontrolnya terhadap perkembangan teknologi informasi yang menyebar secara bebas.

"Jika teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini tidak dilakukan kontrol dan pemahaman dengan baik, akan menjadi titik awal mula seks bebas dan penyalahgunaan narkoba," ujar Pemerhati Kesehatan Reproduksi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Aisyiah Surakarta, Maryatun pada seminar tentang "Kesehatan Reproduksi Remaja dan Narkoba" di Sukoharjo.

Menurut Maryatun, pada saat usia-usia remaja ini, satu dari tujuh anak laki-laki sudah mulai coba-coba, baik terhadap seks, rokok, maupun narkoba.

Dengan demikian, sangat mungkin terjadi peningkatan angka kejahatan reproduksi dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja saat ini.

"Misalnya soal kehamilan usia dini atau kehamilan akibat tindak kejahatan, dan perilaku seks bebas yang terjadi pada remaja," katanya.

Menurut survei, katanya, saat ini didapati bahwa usia rata-rata pernikahan terjadi pada umur 19 tahun.

"Hal ini tentu sangat bahaya dan tidak baik terhadap kesehatan reproduksi, karena seluruh organ reproduksi belum terbentuk sempurna," katanya.

Ia mengatakan, pernikahan secara ideal mulai pada usia 21 tahun. "Terkait hal tersebut, saat ini kami memang gencar melakukan penyuluhan bagi para pelajar mengenai pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja dan bahaya narkoba," katanya.(*)

62,7 Persen Siswi SMP dan SMA tidak Perawan


CIANJUR, (PR).-


Sekitar 62,7 persen remaja yang tercatat sebagai pelajar SMP dan SMA di Indonesia, sudah tidak perawan lagi. Data tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak di 33 provinsi di Indonesia.

Demikian dikatakan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarif, pada pembukaan Jambore Pusat Informasi dan Konsultasi (PIK) Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan peringatan Hari AIDS Internasional tingkat Jawa Barat di Pancaniti Kab. Cianjur, Rabu (10/12).

Kegiatan yang dihadiri Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh itu, dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk kegiatan sepanjang kurang lebih 50 meter, sebagai tanda dibukanya kegiatan PIK-KRR tingkat Provinsi Jawa Barat di Kab. Cianjur.

Menurut Sugiri, saat ini ada tiga masalah besar yang dihadapi remaja di Indonesia. Selain seks bebas, dua masalah besar lain yang dihadapi remaja adalah narkoba dan AIDS. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) 2004, sebanyak 78 persen dari 3,2 juta orang yang ketagihan narkoba adalah remaja. Kemudian 54,3 persen dari 15.136 orang pengidap AIDS adalah remaja. "Data ini diperoleh dari Departemen Kesehatan September 2008 lalu," katanya.

Ketiga permasalahan tersebut, katanya, akan mengurangi kesempatan remaja mempraktikkan perilaku hidup sehat. Oleh karena itu, Sugiri mengharapkan kerja sama semua pihak, untuk mengatasi semua permasalahan yang dihadapi para remaja.

Kelompok sebaya

Pada kesempatan itu, Kepala BKKBN mengatakan kekagumannya terhadap prestasi Saung Salwa Kubus, yang telah mendapatkan penghargaan sebagai PIK-KRR terbaik tingkat nasional. Menurut dia, salah satu strategi melindungi para remaja dari permasalahan tersebut adalah melalui pendekatan kelompok sebaya, melalui program pembentukan, dan pengembangan PIK-KRR.

"Kami ingin mengembangkan PIK-KRR tidak sebatas memberikan informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi kepada remaja. Tapi, memberikan kesempatan kepada para remaja untuk ’curhat’ dan diskusi, sehingga bisa mengatasi berbagai stres dan pengaruh negatif," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Kab. Cianjur Sudradjat Laksana menilai, peringatan Hari AIDS Internasional dan Jambore PIK-KRR sangat penting. Ia berharap, acara ini menjadi momentum strategis untuk membina dan menumbuhkembangkan kesadaran, kemampuan, serta keterampilan remaja dalam mempersiapkan dirinya untuk membangun keluarga berkualitas.

Menurut Sudrajat, pelaksanaan Jambore PIK-KRR bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengetahuan serta perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi remaja. Dengan demikian, kegiatan itu diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran di kalangan remaja, tetapi dukungan keluarga, masyarakat, dan penentu kebijakan dalam menangani masalah kesehatan reproduksi remaja. (A-116)***


sumber : www.pikiran-rakyat.com




Responses

0 Respones to "Wahhhh ...66 % Remaja Indonesia Tak Perawan Lagi termasuk di Kabupaten Cianjur"

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Daftar Sekolah Se Kabupaten Cianjur


Pemda Cianjur


Direktorat Pembina SMK


Seamolec


SMK Nuris (Nurul Islam)


SMK PGRI 1 Pariwisata


SMK PHT (Perhotelan)


SMK N 1 Cianjur


SMK N 1 Cilaku


SMK N 2 Cilaku


SMK N 1 Pacet


SMK N 1 Cipanas


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Tukeran link yuu.. Copy Paste Kode Dibawah ini di Blog anda..nanti saya akan link balik
Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors