1. BERKAS-BERKAS ADMINISTRASI TRANSAKSI PEMBELIAN
Bagi perusahaan, transaksi pembelian yang dilakukan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam beroperasi menghasilkan produknya untuk memenuhi stok barang yang ada di gudang. Pembelian barang dapat dilakukan dengan 2 cara pembayaran, yaitu pembelian tunai dan pembelian kredit.
Pembelian tunai maupun kredit, administrasi yang harus dipenuhi hampir sama. Hanya perbedaannya apabila pembelian tunai, pembeli menerima 2 bukti transaksi dari penjual yaitu nota kontan dan kuitansi. Sedangkan pembelian dilakukan secara kredit hanya menerima faktur saja dari penjual.
Berkas-berkas administrasi transaksi dalam pembelian yang diperlukan adalah bukti permintaan, surat pesanan, penerimaan barang dan kartu persediaan.
Bukti permintaan dari gudang
Bentuk formulir untuk permintaan dari gudang akan menyangkut hal-hal sebagai berikut.
Jenis barang dan spesifikasinya
Banyaknya barang yang diminta
Otorisasi atau pengesahan dari kepala bagian gudang
Tanggal permintaan
NOTA PERMINTAAN BARANG
TANGGAL :
| NO | JENIS BARANG | MERK | JUMLAH | KETERANGAN |
|
|
|
|
|
|
Bagian Pembelian Kepala Bagian Gudang
(………………………) (…………………………………..)
Keterangan :
Tanggal diisi sesuai tanggal permintaan dari Kepala Bagian Gudang
Nomor diisi dengan nomor urut
Jenis Barang diisi sesuai dengan jenis barang yang diminta
Merk diisi sesuai dengan merk barang yang diminta
Jumlah diisi sesuai dengan kuantitas (banyaknya) barang yang diminta
Keterangan diisi dengan keterangan barang yang diminta, misalnya segera, barang habis, atau hal lainnya.
Surat Pesanan
Untuk menjamin keabsahannya pesanan dan untuk meyakinkan supplier, maka pesanan seharusnya dibuatkan surat pesanan. Untuk membuat surat pesanan, bagian pembelian melihat daftar harga dan persyaratan yang diajukan oleh beberapa supplier, sehingga dapat memilih supplier mana yang lebih menguntungkan bagi perusahaan.
Dalam surat pesanan mencantumkan secara jelas hal-hal sebagai berikut.
Kepala surat perusahaan (nama, alamat, nomor telepon perusahaan)
Tujuan perusahaan (nama supplier)
Jenis dan merk barang yang dipesan
Harga barang yang dipesan
Kesanggupan pembayaran
Tanggal pesanan
Otorisasi dari kepala bagian pembelian dan direktur perusahaan
NANG’S COMPUTER
JL Bojongsari Baru Gg Bhakti RT 01/05 Nomor 5 Depok
e-mail. G4na4nk_@google.com
SURAT PESANAN
No. 22/nang/XII/2008
Kepada : Toko Laris
Jl. Medan Merdeka barat 17 Jakarta
Berdasarkan hasil negosiasi, dimohon anda memenuhi pesanan kami,
| No | Nama Barang | Tipe/Jenis | Q | P | T |
|
|
|
|
|
|
|
|
| Jumlah |
|
|
|
|
Kami mengharapkan barang tersebut dikirimkan pada tanggal 25 Desember 2008. Pembayaran : Bersamaan dengan ini kami transferkan pembayaran ke rekening saudara.
Jakarta, 22 Desember 2008
Direktur
Ganang RN
Keterangan :
No. diisi dengan nomor urut
Nama Barang diisi dengan spesifikasi barang yang dipesan
Tipe/Jenis diisi dengan spesifikasi barang yang dipesan
Q diisi dengan banyaknya barang yang dipesan
P diisi dengan harga satuan barang yang dipesan
T diisi dengan hasil perkalian antara Q x P
Jumlah diisi dengan jumlah kolom T
Penerimaan Barang
Hal yang utama yang harus dilakukan adalah memeriksa atau mencocokkan barang yang dipesan dengan barang yang ada secara fisik. Periksa jumlahnya, spesifikasinya, kondisi dengan mencoba barang tersebut jika diperlukan dan cocokkan dengan surat pesanan, nota kontan atau faktur dari penjual dan bukti fisiknya.
Hasil pemeriksaan tersebut akan menunjukkan bahwa barang tersebut sudah sesuai dengan pesanan atau tidak. Jika ya, maka kirimkan barang tersebut di gudang, tetapi jika tidak, maka kembalikan barang kepada penjual.
Kartu Persediaan
Barang yang telah masuk/berada di gudang akan dicatat pada kartu persediaan. Pencatatan tersebut dapat dilakukan secara manual maupun dengan komputerisasi. Pada kartu persediaan , hal penting yang harus diperhatikan adalah Nama Barang, Kode Barang, Jumlah Masuk, dan Jumlah Keluar.
PLU :…………………KODE LOKASI :……………………..
NAMA BARANG :…………….......KAPASITAS AREA:……………………..
KARTU PERSEDIAAN
SUPLIER
NAMA : …………………………. KODE : ……………………
NAMA : …………………………. KODE : ……………………
NAMA : …………………………. KODE : ……………………
| TGL | NO.DOKUMEN | MASUK | KELUAR | SALDO | HRG.BELI | KET. |
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
PLU diisi dengan kode PLU
Nama Barang diisi dengan nama barang
Kode Lokasi diisi dengan kode lokasi penempatan barang
Kapasitas Area diisi dengan Daya Tampung Lokasi Penempatan Barang
Nama Suplier dengan Kode Suplier diisi dengan nama dank ode
Tanggal diisi dengan tanggal keluar masuk barang
Nomor dokumen diisi dengan nomor faktur/nota kontan untuk barang masuk, dan nomor permintaan dari display untuk barang keluar
Masuk diisi dengan jumlah barang masuk, dan keluar diisi dengan jumlah barang keluar
Saldo diisi dengan saldo dengan rumus “saldo = saldo +(masuk-keluar)
Harga Beli diisi dengan harga beli sesuai dengan faktur/ nota kontan
Keterang diisi dengan hal-hal yang menjadi catatan misalnya berapa batas pesanan
Seperti halnya transaksi pembelian, transaksi penjualanpun bisa dilakukan secara kredit maupun tunai. Transaksi penjualan dimulai dari penerimaan pesanan dari pelanggan (diterimanya surat pesanan).
Berkas administrasi transaksi penjualan secara kredit dapat digambarkan sebagai berikut.
Otorisasikan surat pesanan kredit kepada pejabat yang berwenang
Setelah mendapatkan otorisasi, siapkan barang yang dipesan pelanggan sesuai dengan spesifikasi barang yang diminta dalam surat pesanan
Buatkan faktur-faktur sebagai bukti pengiriman barang
Otorisasikan surat perjanjian penjualan kredit yang telah dipersiapkan
Kirimkan barang kepada pelanggan
Otorisasikan faktur yang telah dipersiapkan apabila barang telah diterima dengan baik oleh pelanggan
Faktur sebagai bukti transaksi penjualan secara kredit sebaiknya memuat hal-hal sebagai berikut.
Kepala surat (nama perusahaan, alamat perusahaan, nomor telepon, dll)
Nama Pelanggan
Nama Barang dan spesifikasinya
Jumlah Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
Jumlah yang harus dibayar oleh pelanggan
Otorisasi penerimaan
Otorisasi penyerahan
Syarat pembayaran
PT NAYON
Jl Sulawesi 5 B Jakarta Telpon 8603338
JAKARTA
FAKTUR
Dijual kepada : PD Sejahtera tanggal : 22 Desember 2008
Alamat : Jl. Sudirman Madiun nomor faktur: 238/GRN/12/98
Syarat kirim : FOB Destination
Syarat bayar: 2/10, n/30
-
No
Keterangan
Unit
Harga Satuan
Rp.
Jumlah
Rp.
1
TV Warna 14”
5
950.000
4.750.000
2
TV Warna 21”
5
1.400.000
7.000.000
Jumlah
11.750.000
Dengan Huruf : Sebelas Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah
-
No. Perk.
Debet
Kredit
Diketahui oleh, Bagian Penjualan
………………….. …………………………
Berkas administrasi transaksi penjualan secara tunai dapat digambarkan sebagai berikut.
Transaksi Penjualan Tunai dimulai dari diterimanya pesanan dari pelanggan (surat pesanan, secara lisan melalui pramuniaga).
Berkas transaksi yang diperlukan dalam penjualan tunai adalah nota kontan dan kuitansi.
Nota Kontan
Nota kontan merupakan bukti penyerahan barang yang pembayarannya dilakukan secara tunai. Bentuk serta cara pengisian nota kontan samsa saja dengan faktur, hanya dalam nota kontan tidak ada syarat pembayaran.
NANG’S COMPUTER
JL Bojongsari Baru Gg Bhakti RT 01/05 Nomor 5 Depok
e-mail. G4na4nk_@google.com
Kepada Tn : ……….
NOTA KONTAN
No. 22/nang/XII/2008
| NO | NAMA BARANG | BANYAKNYA | HARGA SATUAN | JUMLAH HARGA |
|
|
|
|
|
|
Depok, Desember 2008
Hormat kami,
Sales
Doni
Kuitansi
Kuitansi merupakan bukti penerimaan uang dari pelanggan. Kuitansi seharusnya dibubuhi materai sesuai dengan peraturan pemerintah. Dalam kuitansi yang seharusnya ada adalah sebagai berikut.
Nama orang yang menyerahkan uang (bisa nama perusahaan)
Jumlah uang yang ditulis dengan huruf
Maksud pembayaran
Jumlah uang yang ditulis dengan angka
Nama penerima uang tersebut
Tanggal terjadinya transaksi
KUITANSI
Sudah Terima Dari :………………………………………….
Uang Sejumlah :………………………………………….
Untuk Pembayaran :…………………………………………..
…………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………..
D Rp.
Nang’s Computer
Doni
Label:
smk Administrasi Transaksi


Previous Article



Responses
0 Respones to "Berkas - Berkas Administrasi Transaksi"
Poskan Komentar