Memuat...

Memonitoring Penataan Atau Dispay Prodak



A. Penataan barang dagangan/merchandise

Penataan barang dagangan atau merchandise pada sebuah toko memiliki peran dan arti yang sangat penting. Sering terjadi seorang ibu yang awalnya datang ketoko untuk berbelanja Susu kental manis merek tertentu, ternyata pada Rak yang sama terdapat merek lain yang lebih murah. Melihat pada rak sebelah terdapat deretan biskuit dengan kemasan kaleng menarik serta tambahan/ hadiah kemasan karton kecil. Pada rak Sabun cuci kondisi sama, hampir semua deterjen memberikan diskon dan hadiah. Kesemua produk tersebut ditata dengan rapi dan baik serta memiliki daya tarik. Sehingga pada akhirnya ibu tersebut pulang dengan menbawa berbagai barang kebutuhan yang sebenarnya tidak ada dalam rencana belanjanya. Hal tersebut terjadi karena konsumen tersebut melihat penampilan visual yang menarik sehingga terdorong untuk melakukan impulse buying yakni pembelian seketika.

Departemen atau bagian yang sangat berkaitan dengan kegiatan penataan barang dagangan adalah Merchandising. Dalam buku First step in a retail career, pengertian merchandising dijelaskan sebagai berikut; The detailed process of making a store and its product attractive is called merchandising. Merchandising is the way in which goods are presented to customers. Dalam pengertian tersebut dijelaskan bahwa penataan barang dagangan adalah suatu cara dimana barang dagangan disajikan dengan menarik kehadapan konsumen. Proses yang secara rinci menjadikan toko dan barang dagangannya memiliki daya tarik adalah tugas dan kegiatan Merchandising. Dengan kata lain segala aktivitas yang berhubungan dengan arus barang mulai barang dibeli sampai terjual serta pengembangannya adalah tugas pokok Merchandiser, yaitu orang bertanggung jawab atas penataan barang dagangan

Secara umum kegiatan dan tanggung jawab seorang Merchandiser adalah;

1. Melakukan pembelian produk yang sesuai serta tepat dalam harga dan jumlah

Tugas pembelian ini memegang peran yang sangat penting. Melalui keterampilan memilih barang dan menentukan dimana tempat membeli akan diperoleh barang dagangan yang dapat dijual dengan harga bersaing. Dalam hal tertentu harus memiliki perasaan peka dalam mengendalikan produk dengan cara mengamati kecenderungan permintaan serta melakukan pembelian produk yang diramalkan akan laku dipasaran. Sebaliknya dalam hal tertentu pula harus mampu menghentikan pembelian suatu produk yang tidak direspon oleh konsumen.

Dalam melakukan pembayaran dapat dilakukan secara tunai, kredit atau konsinyasi yakni pembayaran dilakukan setelah dilakukan perhitungan terhadap barang yang laku

2. Menentukan harga jual yang tepat, bersaing dan pantas

Apabila kegiatan pembelian yang umumnya dilakukan melalui rekanan, distributor, penyalur atau langsung produsen telah dilakukan dengan tepat, maka dalam menentukan harga jual akan relatif lebih mudah. Orientasi dalam menetapkan harga jual adalah sebagai berikut;

  • Orientasi pada harga pokok/ pembelian

Dalam hal ini dilihat terlebih dahulu harga belinya kemudian ditambahkan dengan keuntungan yang diinginkan misalnya 15 %. Cara menentukan harga jual ini disebut Markup pricing

  • Orientasi pada permintaan pasar

Dalam menentukan harga diawali dengan melihat ke pasar untuk mengetahui berapakah kekuatan permintaan, berapa banyaknya barang yang diperlukan serta berapa kira- kira kemampuan untuk membayar. Jika diperkirakan permintaan akan barang tersebut kuat maka harga ditentukan relatif tinggi. Sebaliknya jika permintaan diperkirakan rendah maka harga ditetapkan relatif rendah dalam arti mengambil keuntungan yang tidak terlalu besar

  • Orientasi pada persaingan

Dalam menentukan harga jual terlebih dahulu melihat harga yang dipasang oleh pesaingnya untuk kemudian menentukan harga jual.Terdapat tiga alternatif yakni menjual lebih rendah, sama dengan pesaingnya atau sedikit lebih tinggi dari pesaing. Bila menjual lebih tinggi tentunya haraus memiliki nilai lebih misalnya dalam hal pelayanan

  • Kombinasi dari ketiga hal tersebut

Dalam menentukan harga jual, strategi yang digunakan yakni mengkombinasikan ketiga orientasi harga tersebut yakni harga pokok, permintaan pasar dan tingkat persaingan. Dalam prakteknya cara inilah yang umum digunakan dalam menentukan harga jual

3.Melakukan koordinasi yang terpadu dalam kegiatan promosi dan display

Kegiatan promosi tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah penjualan. Strategi penjualan yang dilakukan untuk menarik minat pembeli antara lain;

  • Memberikan potongan harga

  • Menawarkan produk dengan harga yang lebih murah

  • Menawarkan produk yang berkualitas tinggi

  • Menawarkan produk yang eksklusive yakni tidak dijual ditempat lain

  • Memperluas variasi produk

  • Menekan biaya

  • Meningkatkan pelayanan

Guna lebih meningkatkan jumlah pengunjung pada event tertentu misalnya tahun baru, hari ulang tahun kemerdekaan dan event lainnya menyelenggarakan kegiatan lomba, kontes,peragaan dan lainnya yang biasanya dilakukan dengan berkerja sama dengan produsen atau pemasok. Agar barang yang ditata memiliki daya jual, maka penataan barang barang dagangan haruslah mengacu pada tehnik display yang akan diuraikan pada bagian berikut

4. Melakukan estimasi penyediaan barang yang tepat

Pada sebuah toko persediaan barang disimpan di gudang. Fungsi gudang pada dasarnya adalah sebagai tempat menerina barang, tempat menyimpan dan tempat mengeluarkan barang

Dalam hal menerima barang harus diatur waktu penerimaannya untuk menjaga kebersihan dan untuk menjaga jangan sampai terjadi percampuran barang. Seluruh barang yang diterima harus dicek kualitas dan jumlahnya serta dikelompokkan agar memudahkan saat mengeluarkan. Dalam hal penyimpanan harus lebih ditekankan pada pada stock yang memadai untuk menyediakan barang yang cukup untuk waktu penjualan yang ditentukan. Pengeluaran barang dari gudang harus menggunakan sistem FIFO, artinya barang yang diterima lebih dulu dari suplier dikeluarkan lebih dahulu untuk mengurangi resiko barang rusak/ daluwarsa.

B. Pengelompokan barang dagangan

Untuk memudahkan calon pembeli memilih barang yang diperlukan, serta mempermudah dalam melakukan penataan barang maka harus dilakukan pengelompokan barang dagangan atau grouping. Grouping adalah sitem untuk melakukan seleksi dan pemilihan sejumlah barang yang akan dijual, dengan mengelompokkan penempatan item/ jenis barang yang strategis guna memudahkan pembeli memilih barang. Jadi grouping sangat erat kaitannya dengan display. Kegiatan grouping juga dimaksudkan agar barang yang satu dengan barang lain yang memiliki sifat kimia berbeda tidak bercampur. Karena hal ini dapat mengurangi kualitas barang. Dalam pengelompokan di toko tiap- tiap group diberi label pada rak sesuai dengan barang yang dipajang dengan mencantumkan kode barang, merek, jumlah barang yang ada di rak. Grouping dilakukan dalam dua kelompok besar yaitu Food dan Non Food sebagai contoh berikut;





KELOMPOK MAKANAN/ MINUMAN ( FOOD )

Dept.

Nama Departemen

Nama/ Merek barang

01

SNACK

( Makanan kecil )

Chiki, Taro, dll

02

BISKUIT& COOKIES

Monde, Roma, Khong Guan

03

CONFECTIONERY

(Kembang gula dan cokelat )


04

MILK

( Susu )

Dancow, Benbera, Indomilk

05

SOFT DRINK

(Minuman ringan )

Fanta, Coca cola, Pepso cola,

06

BABY FOOD

Promina, Nutricia,

07

BREAKFAST FOOD& DRINK

(Makanan dan minuman pagi/ sarapan pagi )

Torabika, Kapal api,

08

NOODLE/SOUP/EXTRACT/PASTA

Indomie, Supermie, Makartoni

09

SPICES&CONDIMENT

(Bumbu-bumbu dapur )

Saus tomat , sambal, kecap, lada, merica

10

CANNED MEAT/FISH/VEGETABLE

(Daging, ikan,sayur dalam kaleng)

Corned beef, saden

11

CANNED FRUITS& BOTTLE

Buah- buahan aleng ,Delmonte

12

PRODUCE DAIRY & ICE CREAM

Campina, Woody, Margarine, keju


KELOMPOK NON FOOD

Dept.

Nama Departemen

Nama/ Merek barang

01

HOUSEHOLD CLEANER

(Pembersih alat rumah tangga )

Pembersih lantai, Molto, Baygon, Lisol

02

KITCHENWARE&HOUSEHOLD WARE

(Alat dapur dan alat rumah tangga )

Timbangan kue, pisau, panci. Teko

03

TABLEWARE& GIFT

(Barang pecah belah & Kado )

Piring, gelas, cangkir,

04

AUTOMOTIVE SUPPLIES&TOOL KIT

Bay fresh, Ambipur, Kunci stang mobil

05

BEAUTY AID

( Alat kecantikan )

Kapas, Pelembab, Shampoo, cologne

06

STATIONARY

( Alat tulis kantor )

Kertas, tinta printer, pulpen, Bambi

07

KNITTING & CLOTHING

Handuk, seprei, Taplak meja

08

APPAREL

( Pakaian )

Pakaian bayi, Jaket, pakaian dewasa

09

ACCESSORIES

( Perhiasan )

Ikat pinggang, Bando, Topi

10

TOYS & ART

( Mainan anak & barang kesenian )

Boneka, Mobilan, Lilin mainan


Grouping tersebut diatas adalah untuk toko swalayan atau supermarket. Kegiatan pengelompokan barang juga dapat didasarkan atas tingkatan umur konsumennya. Toko yang menjual pakaian, akan mengelompokkan barangnya atas Pakaian bayi, anak- anak, remaja, dewasa dan masih dikelompokkan lagi Pria dan wanita.

C. Display

Salah satu daya tarik pada toko adalah penataan barang dagangannya. Melalui berbagai bentuk penyajian barang dagangan pada berbagai model rak display maka menjadikan suasana toko menjadi semarak, dan menimbulkan daya tarik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan volume penjualan. Uraian tersebut adalah gambaran tentang pentingnya display

Yang dimaksud display adalah usaha yang dilakukan dalam penataan barang dagangan ditoko, dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapihan dan keindahan dengan tujuan mengarahkan pembeli agar tertarik untuk melihat dan memutuskan untuk membeli.

Dalam membuat display harus pula memperhatikan pengaturan tempat atau space manajemen yaitu sistem pengaturan barang dengan mengoptimalkan pemakaian ruangan yang tersedia sehingga menghasilkan nilai lebih antara lain;

  1. Mempercepat perputaran barang

  2. Menurunkan biaya gudang melalui pencegahan penumpukan persediaan barang digudang

  3. Menciptaka daya tarik bagi konsumen

Dengan demikian dalam space manajemen harus merencanakan;

1.POP ( Point of Purchase ) yakni suatu keterangan tentang nama barang,ukuran, harga dan keterangan lain yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga menarik dan mudah dilihat pada posisi orang berdiri

2. Pemajangan ( display )

Dalam kegiatan pemajangan perlu memperhatikan;

  • Pengelompokan barang/ grouping

  • Pengaturan jumlah barang dalam rak disesuaikan dengan daya jual barang tersebut

  • Memperhatika bentuk, jenis dan komposisi warna kemasan

  • Memperhatikan FIFO yaitu pemajangan barang yang memperhatikan tanggal masuk barang untuk menghindari daluwarsa/expired date

  • Menggunakan Price card, yang berisi data pisik barang misalnya nama barang, kode barang, kode supllier/ pemasok, harga jual, nomor rak, jumlah minimum stock dan lainnya

Selanjutnya secara teknis dalam melakukan penataan barang/ display terdapat beberapa syarat penting yang harus dipenuhi yakni;

  1. Rapi dan bersih

Kerapihan dan kebersihan merupakan salah satu faktor yang dapat menarik perhatian pelanggan untuk mendekat melihat barang sehingga pada akhirnya tertarik untuk membeli

  1. Mudah dicari

Slah satu cara untuk untuk membuat pembeli nyaman dan betah berbelanja adalah tersedianya berbagai kemudahan- kemudahan. Untuk itu barang yang dipajang di rak haruslah menurut kelompoknya atau grouping serta petunjuk barang yang umumnya digantung diatas ( Sign board )

  1. Mudah dilihat

Dalam memajang Label barang dan label harga pada Rak pajangan haruslah menghadap ke depan/ ke luar sehingga pembeli dengan mudah dapat melihat tanpa menyentuh barang

  1. Mudah dijangkau

Pada umumnya pengunjung toko adalah para wanita yang memiliki tinggi badan antara 150 cm – 160 cm . Untuk itu dalam menata barang haruslah memperhitungkan ketinggian peralatan display yang disesuaikan dengan tinggi badan agar mudah untuk dijangkau. Demikian juga untuk barang kebutuhan sehari- hari jangan diletakkan pada tempat yang tersembunyi

  1. Aman

Dalam menata barang harus mempertimbangkan keamanan. Barang yang mudah pecah misalnya, jangan diletakkan dipinggir karena dapat dengan mudah tersentuk pembeli yang menyebabkan kecerlakaan dan kerusakan barang. Dalam melakukan display jangan meletakkan makanan berdekatan dengan barang yang mengandung racun

Kelima hal tersebut diatas adalah pertimbangan dasar dalam menata barang dagangan pada Rak agar memiliki daya tarik bagi pengunjung.

Disamping hal tersebut diatas, dalam pelaksanaan menata barang beberapa hal harus diperhatikan yakni;

  1. Dalam meletakkan barang di rak jangan ditumpuk, karena hal ini akan mempersulit pembeli untuk mengambil barang dan tumpukan tersebut dapat jatuh dan membahayakan pembeli saat memilih barang

  2. Harus diupayakan stock barang pada Rak display dalam keadaan penuh. Apabila stock barang tinggal sedikit, maka letakkan sisa barang dan rapatkan pada pojok depan rak

  3. Produk dan merek untuk barang- barang yang perputarannya cepat, maka jumlah barang yang didisplay harus lebih banyak dibanding barang yang perputarannya kecil.

  4. Apabila menata produk pada rak susun, maka ukuran kemasan yang paling kecil diletakkan pada rak atas dan ukuran kemasan paling besar diletakkan pada rak paling bawah. Contoh; pada rak susun 4, maka kemasan 250 gram diletakkan paling atas, 400 gram dibawahnya, kemasan 750 gram dibawah 400 gram dan kemasan 1 kg berada pada rak paling bawah

  5. Label harga dan informasi barang (ticket) fungsinya untuk membantu penjualan. Untuk memudahkan penglihatan maka Label harga diletakkan pada pandangan kiri komsumen dan dibawah produk

  6. Untuk menata barang- barang Fashion di rak maka cara menempatkannya mulai dari kiri kekanan yakni dari ukuran kecil, dan ukuran besar disebelah kanan

Keenam hal tersebut diatas adalah merupakan pertimbangan dasar untuk melakukan display agar memiliki daya jual tinggi

Dengan demikian dapat dikatakan kegiatan display merupakan upaya untuk menandani toko, layaknya mendadani seorang gadis. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh pemilik toko tetapi dilakukan bersama, yakni toko dan pemilik merek/ produsen, karena keduanya memiliki kepentingan yang sama. Hasil kerjasama tersebut dapat kita lihat ditoko antara lain;

Shelf vision yakni Iklan di rak dan di depan produk, cart vision yaitu iklan yang diletakkan di troli/ kereta belanja, wall vision, floor vision yakni iklan dilantai. Dengan demikian hampir semua tempat/ ruangan dipergunakan untuk berpromosi berbagai merek produk dan dari kesemua itu Rak merupakan tempat yang sangat strategi

1. Jenis- jenis display

Teknologi display yang semakin berkembang yang ditunjang dengan berbagai model rak, menyebabkan penataan barang menjadi semakin bervariasi dengan upaya tampilan yang maksimal. Hal ini memacu para produsen dan pemasok untuk memperkenalkan produk dan mereknya melalui rak- rak display.

Berdasar atas penempatan barang terdapat beberapa jenis display antara lain;

  • Vertikal display ( pemajangan susun tegak )

Yaitu cara display dengan posisi susunan barang tegak dalam rak. Untuk pemajangan ini perlu memperhatikan hal- hal sebagai berikut;

    • Barang yang kecil diletakkan diatas dan yang besar dibawah

    • Barang yang kecil dikiri dan yang besar dikanan

    • Komposisi warna produk harus diperhatikan agar tampak serasi dan enak dipandang

    • Untuk jenis Food ( makanan/ minuman ) umumnya terdapat 3 jenis kemasan yakni plastik, karton/kotak/doos dan botol atau gelas. Jika produk yang didisplay terdapat 3 macam kemasan tersebut maka penyusunannya berurutan mulai dari kemasan plastik diletakkan paling atas, kemudian karton/kotak/doos dan kemasan botol/gelas diletakkan paling bawah

    • Jarak antara Rak dalam Gondola harus sama atau semakin keatas semakin kecil

  • Floor display ( pemajangan di lantai)

Adalah model display dimana penataan barang menggunakan lantai dasarnya tanpa menggunakan rak tertentu. Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam floor display antara lain;

    • Tinggi maksimun 100 cm

    • Barang adalah sejenis

    • Letaknya strategis

    • Tidak mengganggu arus barang maupun arus pelanggan

    • Menggunakan POP ( Point of Purchase ) yang menarik misalnya berupa tulisan, atau bisa juga menggunakan SPG (Sales Promotion Girl )

    • Diberi alas yang sesuai misalnya Palet

    • Luas sekitar 90 cm x 90 cm

  • Impulse buying product display ( pajangan untuk menggerakkan hati )

Adalah display yang ditempatkan pada posisi yang strategis mudah dijangkau banyak dilalui pengunjung dengan harapan orang yang lewat tergerak untuk membeli. Display ini biasanya berada dekat Kasir.Produsen taupun pemasok, bila ingin produknya didisplay pada tempat tersebut harus menyewa mahal

  • Wall display

Wall display adalah display dimana produk ditata/ ditempel didinding. Display ini biasanya untuk barang- barang fashion seperti pakaian dan kelengkapannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam wall display, yakni barang yang didisplay didinding harus pula ada di rak. Contoh; Terdapat tiga ukuran baju, S, M dan L dipajang didinding, maka di rak display pun harus ada ukuran tersebut

  • Merchandise mix display

Yaitu pemajangan untuk menawarkan produk lain yang berhubungan dengan produk yang baru dibelinya. Pemajangannya dengan menggabungkan dua produk yang saling berkaitan. Dengan demikian konsumen yang membeli salah satu produk diingatkan untuk membeli produk lain sebagai pelengkapnya. Misalnya kopi dan creamer. Juga sering ditemui pada pajangan minuman, pada rak tambahan depannya terdapat Kacang kulit yang didisplay. Maksud display tersebut mengingatkan kita untuk membeli minuman dan Kacang kulit sebagai pelengkapnya

  • Cut cases display

Adalah model display tanpa gondola, yakni menggunakan kotak/ karton kemasan besar yang dipotong setengahnya sedemikian rupa dan disusun rapi sehingga produknya tampak. Display ini cocok untuk makanan atau minuman kaleng

  • Jumble display

Jumble display adalah display campur aduk. Dalam hal ini produk diletakkan dalam sebuah tempat terbuka dan pembeli bebas untuk mengaduk aduk barang untuk memilih.


C. Tata letak dan arus pengunjung ( Store layout and Traffic flow )

Mengatur ruangan melalui tata letak dan mengarahkan arus pengunjung adalah sesuatu hal yang sangat penting guna membuat daya tarik pengunjung. Melalui tata letak yang baik maka akan sangat berpengaruh terhadap penampilan dan citra toko. Bagi konsumen pembentukan kesan terjadi pada saat calon pembeli berada dilingkungan luar toko, masuk ketoko, melihat lihat barang sekeliling toko dan saat menyelesaikan pembayaran dan meninggalkan toko

Agar terbentuk citra positif terhadap toko maka dalam pengaturan Layout meliputi:

  • Floor Layout yaitu tata ruang/ lantai , dimana peralatan toko ditempatkan

  • Fixturing yaitu pemilihan dan penggunaan peralatan display dan peralatan lainnya seperti Cash Register

  • Display yaitu bagaimana barang ditata dan disajikan sehingga menarik

  • Atmosphere yaitu penciptaan suasana sehingga konsumen menjadi nyaman

Hal yang sangat mendasar dalam tata ruang dan penempatan peralatan serta penataan barang sehingga memudahkan arus pengunjung toko adalah bentuk Layoutnya. Pada dasarnya terdapat dua bentuk layout toko yaitu;

  1. Grid pattern

Bentuk ini umumnya digunakan pada super market, karena model Grid ini dapat mengarahkan pengunjung berkeliling mengikuti lorong rak. Selain itu melalui cara ini toko dapat menampilkan berbagai macam barang dagangan pada rak- rak display tersebut

  1. Free flow pattern

Bentuk ini umumnya digunakan pada Departemen store atau toko- toko fashion lainnya. Dalam bentuk ini pengunjung bebas dan tidak diarahkan mengikuti jalur tetapi dapat memilih dan mencari barang yang diperlukan.Untuk itu pada titik- titik tertentu harus ditempatkan pajangan- pajangan yang berkaitan dengan produk yang dipromosikan.

  1. Combination pattern

Bentuk ini umumnya digunakan pada Departemen strore besar dan modern yang terdiri dari beberapa area. Untuk barang- barang fashion mengacu pada Free flow pattern sedang untuk area buku dan alat- alat tulis menggunakan Grid pattern . Dengan model ini pengaturan ruang dan arus pengunjung menjadi lebih efektif.


Kedua bentuk tata ruang dan tata letak tersebut pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun pertimbangan utama dalam memilih bentuk Layout adalah jenis/ kelompok barang serta harga barang dagangan. Adapun kebaikan dan kelemahan masing- masing bentuk adalah sebagai berikut;

Kebaikan Grid pattern:

  • Tampilan barang dagangan dapat maksimal

  • Semua tempat/ lantai dapat termanfaatkan

  • Memudahkan pembeli untuk menelusuri setiap jalan antar rak/ gang ( aisle ) guna mencari barang

  • Memudahkan pengawasan terhadap barang

Kelemahan Grid pattern:

  • Ruang gerak pembeli kurang bebas karena diarahkan jalurnya

  • Pada saat padat pengunjung, suasana menjadi kurang nyaman karena padat pengaturan dan padat barang

Keuntungan Free flow pattern:

  • Suasana terbuka dan terasa santai

  • Memudahkan pembeli untuk berkeliling melihat dan mencari barang kebutuhan

  • Mudah untuk mengatur barang yang dipromosikan

  • Mudah untuk mengatur display dengan menggunakan tema tertentu misalnya Lebaran, Natal, Valentine Day dan sebagainya

Kelemahan Free flow pattern:

  • Memerlukan banyak tenaga untuk melayani pembeli

  • Pembeli akan membuang banyak waktu untuk berkeliling atau menjadi binggung/ ragu dengan apa yang telah dilihat

Hal lain yang merupakan pertimbangan pokok dalam tata letak adalah pengaturan arus pengunjung atau traffic flow. Dalam menentukan traffic flow harus melihat kebiasaan- kebiasaan pembeli saat berbelannja, yakni arah dan bagian mana mereka banyak lewat dan bagian mana yang umumnya kurang diminati/ dilewati. Seperti diketahui apabila seseorang masuk kedalam suatu ruangan umumnya orang akan mengarahkan pandangan dan memperhatikan apa- apa yang ada disebelah kiri. Berdasarkan kebiasan- kebiasan tersebut dalam pembagian area dan pengaturan display dikenal tiga istilah yakni;

  • Hot spot

Area toko yang umumnya sering dan selalu dilewati pembeli, misalnya bagian depan, area dekat kasir

  • Warm spot

Area toko yang banyak dilewati, seperti bagian tengah toko

  • Cold spot

Area toko yang agak jarang dilewati misalnya sudut- sudut belakang

Setelah mengetahui pembagian area tersebut maka berbagai barang dagangan dapat kita display sesuai dengan kebutuhan. Dalam meletakkan dan menempatan barang dagangan pada area- area tersebut harus memperhatikan komponen barang dagangan yang meliputi;

  • Bestseller

Best seller adalah kelompok barang yang perputarannya tinggi karena banyak diperlukan oleh konsumen. Produk best seller ini bisa sepanjang tahun atau pada saat tertentu saja misalnya; seragam sekolah pada tahun ajaran baru, baju anak- anak pada saat menjelang lebaran

  • Impulse line

Impulse line adalah penempatan barang pada posisi yang strategis sehingga mendorong orang membeli tiba- tiba tanpa direncanakan. Misalnya menempatkan makanan kecil/ snack, permen, cokelat pada rak dekat kasir

  • Advertise line

Advertise line adalah penempatan barang yang sedang dipromosikan. Untuk itu letaknya pada posisi yang strategis yakni banyak dilalui oleh pengunjung, biasanya pada Hot spot

  • Problem stock

Problem stock adalah berbagai barang yang perputarannya sangat lambat. Hal ini kemungkinan terjadi karena kesalahan dalam memperhitungkan pembelian, atau disebabkan oleh kurang perhatian terhadap produk sehingga kelihatan lama dan kurang bersih. Untuk barang yang masuk kategori problem stock umumnya dilakukan obral atau diskon dengan menggunakan Jumble display ( campur aduk )

D. Label/ Kartu harga/ Tickets

Apabila kita masuk kesebuah Supermarket atau Depatemen store, kita akan melihat berbagai tulisan tangan menarik berisi informasi barang dan harga yang diletakkan dekat barang atau bahkan diletakkan diatas dalam posisi digantung. Kesemua itu disebut Label/ kartu harga atau ada yang menyebut Sign. Pada dasarnya fungsi Label tersebut adalah untuk membantu penjualan dengan memberikan informasi tentang barang. Disamping itu fungsi Ticketing adalah untuk membuat suasana sekitar toko menjadi lebih meriah dan menyenangkan. Ticket yang baik adalah yang dapat mempengaruhi calon pembeli untuk mengambil keputusan membeli. Agar penulisan Ticket/ label dapat mengenai sasaran maka layout Ticket adalah sebagai gambar berikut



LEAD LINE

HEAD LINE

DESCRIPTIVE LINE

PRICE

BASE LINE


Keterangan :

LEAD LINE adalah kata- kata yang memandu pandangan untuk mengetahui/ melihat lebih dalam. Untuk itu dalam membuat lerad line kata- kata singkat seperti; Baru tiba, Hanya hari ini, Turun harga dan sebagainya

HEAD LINE adalah informasi tentang produk yang ditawarkan

DESCRIPTIVE LINE adalah keterangan sedikit rinci tentang barang tersebut, misalnya keuntungan produk tersebut

PRICE adalah informasi tentang harga produk yang ditawarkan tersebut yang ditulis dengan huruf yang lebih besar dari yang lain

BASE LINE adalah informasi tentang kualitas atau ukuran misalnya per Kg, Ons dan sebagainya

Disamping label dan ticket, guna mempermudah administrasi usaha khususnya Kasir digunakan tenologi baru yaitu Barcode. Barcode merupakan Label berisi garis- garis yang mempermudah untuk mengetahui harga pada mesin pembaca . Melalui barcode dan mesin pembacanya akan mempercepat pelayanan, karena kasir tidak perlu menekan- nekan tombol setiap menghitung harga barang yang dibeli konsumen.

Oleh : Chalid Surya











Responses

0 Respones to "Memonitoring Penataan Atau Dispay Prodak"

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Daftar Sekolah Se Kabupaten Cianjur


Pemda Cianjur


Direktorat Pembina SMK


Seamolec


SMK Nuris (Nurul Islam)


SMK PGRI 1 Pariwisata


SMK PHT (Perhotelan)


SMK N 1 Cianjur


SMK N 1 Cilaku


SMK N 2 Cilaku


SMK N 1 Pacet


SMK N 1 Cipanas


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Tukeran link yuu.. Copy Paste Kode Dibawah ini di Blog anda..nanti saya akan link balik
Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors