Memuat...

Majas Perbandingan





Majas Adalah
bahasa kias, bahasa yang diergunakan untuk menciptakan efek teretentu. Majas merupakan bentuk retoris yang penggunaannya antara lain untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi penyimak atau pembacanya. Secara garis besar, majas - majas tersebut terbagi dalam majas perbandingan, pertentanga, pertautan dan perulangan

Majas Perbandingan meliputi :
  • Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.

Alegori adalah majas yang menjelaskan maksud tanpa secara harafiah. Umumnya alegori merujuk kepada penggunaan etorika, namun alegori tidak harus ditunjukkan melalui bahasa, misalnya alegori dalam lukisan atau pahatan.

Contoh:

Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
  • Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.

Majas perbandingan yang menggunakan berbagai kata kiasan, peribahasa yang sudah lazim didengar semua orang.

Contoh penggunaan :

Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya.

Penjelasan :

Kata 'Batang hidung' dalam kalimat diatas sudah lazim didengar orang dan diketahui artinya, yang mana 'Batang hidung' berarti " Sosok seseorang ". Kalimat diatas berarti : Sudah dua hari ia tidak terlihat sosoknya ( bersembunyi ).

  • Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.

Simile adalah salah satu majas dalam bahasa indonesia. Simile adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara tidak langsung dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.

Contoh:

" Wajahmu bagaikan rembulan yang bersinar di malam hari"

  • Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll.

Metafora adalah salah satu majas dalam bahasa indonesia, dan juga berbagai bahasa lainnya. Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.

Contoh:

Engkau belahan jantung hatiku sayangku.

Raja siang keluar dari ufuk timur

Jonathan adalah bintang kelas dunia.

me·ta·fo·ra /métafora/ n Ling pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara

  • Antoropomirfisme Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
Antropomorfisme adalah atribusi karakteristik manusia ke makhluk bukan manusia. Subyek antropomorfisme seperti binatang yang digambarkan sebagai makhluk dengan motivasi manusia, dapat berpikir dan berbicara, atau bendaalam seperti angin atau matahari. Istilah antropomorfisme berasal dari bahasa yunani ἄνθρωπος (anthrōpos), manusia dan μορφή (morphē), bentuk. Tiga hewan antropomorfis yang paling terkenal sampai saat ini adalah donal bebek miki tikus serta tom and jery
  • Sinestesia Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.

Sinestesia adalah metafora berupa uangkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indera lain.

Contoh:

  • Betapa sedap memandang gadis cantik yang selesai berdandan.
  • Suaranya terang sekali.
  • Rupanya manis.
  • Namanya harum.
  • Antonomasia Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.

Antonomasia adalah sebuah majas perbandingan yang menyebutkan sesuatu bukan dengan nama asli dari benda tersebut, melainkan dari salah satu sifat benda tersebut.Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.

Contoh:

  • Si Gemuk
  • Si Lincah
  • Si Pintar
  • Aptronim Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.

Aptronim adalah pemberian nama orang yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.

Contoh: Karena sehari-hari ia bekerja sebagai kusir gerobak ia dipanggil Karto Grobak.

  • Metonimia Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Metonimia adalah sebuah majas yang menggunakan sepatah-dua patah kata yang merupakan merek, macam atau lainnya yang merupakan satu kesatuan dari sebuah kata.

Contoh:

  1. Rokok diganti Djarum atau Gudang Garam
  2. Mobil diganti dengan Kijang.

Terapan dalam kalimat :

  1. Ayah membeli sebatang Djarum Coklat.
  2. Kakak pergi naik Kijang hijau.

Penjelasan :

  1. Kata Djarum Coklat pada kalimat di atas bukanlah merupakan benda aslinya (sebuah Jarum berwarna Coklat ), melainkan sebuah merek dari sebuah rokok/kretek.
  2. Kata Kijang hijau pada kalimat di atas bukanlah merupakan benda aslinya (seekor kijang yang bewarna hijau ), melainkan sebuah merek mobil Toyota
  • Hipokorisme Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.

Hipokorisme adalah penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.

Contoh:

  • Lama Otok hanya memandangi ikatan bungan biji mata itu, yang membuat otok kian terkesima.
  • Litotes Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.

Litotes adalah salah satu jenis majas dalam Baahasa Indonesia. Litotes adalah majas yang mengungkapkan perkataan dengan rendah hati dan lemah lembut. Biasanya hal ini dicapai dengan menyangkal lawan daripada hal yang ingin diungkapkan. Contoh:

Akan kutunggu kehadiranmu di bilikku yang kumuh di desa

Wanita itu parasnya tidak jelek

  • Hiperbola Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.

Hiperbol (Yunani Kuno: ὑπερβολή 'berlebihan') adalah Gaya Bahasayang menyatakan sesuatu secara berlebihan. Lawannya antara lain

meisois dan litotes. Contoh:

  • Suara keras menggelegar membelah bumi.
  • Perasaanku teriris-iris mendengar kisahnya.
  • Personifikasi Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.

Personifikasi adalah salah satu majas dalam Bahasa Indonesia. Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia pada benda mati.

Contoh:

Saat ku melihat rembulan, dia seperti tersenyum kepadaku seakan-akan aku merayunya.
Mentari pagi hari membangunkan isi bumi.
  • Depersonifikasi Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
Depersonifikasi adalah majas yang berupa pembandingan manusia dengan bukan manusia atau dengan benda. Majas ini mirip dengan majas meafora. Contoh: dikau langit, daku bumi.
  • Pars Pro toto Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.

Pars pro toto adalah sebuah majas yang digunakan sebagian unsur/objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.

Contoh:

  • Sudah ditunggu hingga satu jam lamanya tetapi ia tidak nampak batang hidungnya. Di sini 'batang hidung' disebutkan (sebagai anggota tubuh) sebagai kata ganti untuk menyebut seseorang (secara keseluruhan anggota tubuhnya lainnya)
  • Totum pro parte Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.

Totum pro parte adalah sebuah majas yang digunakan untuk mengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.

Contoh:

  • Indonesia menang atas Thailan dalam pertandingan Sepak bola di Jakarta kemarin sore.
  • Di sini disebutkan Indonesia dan Thailand (keseluruhan negara Indonesia dan Thailand, namun yang dimaksudkan adalah tim nasional sepak bola
  • Eifimisme Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.

Eufemisme adalah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar.

Contoh :

"Di mana 'tempat kencing'nya?" dapat diganti dengan "Di mana 'kamar kecil'nya?". Kata "tempat kencing"(dalam bahasa sehari-hari biasa juga disebut WC) tidak cocok jika akan digunakan untuk percakapan yang sopan. Kata "kamar kecil" dapat menggantikannya. Kata "kamar kecil" ini Konotasinya lebih sopan daripada kata "tempat kencing". Jadi dalam eufemisme terjadi pergantian nilai rasa dalam percakapan dari kurang sopan menjadi lebih sopan.

  • Disfemisme Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
contohnya : Fabel Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.

Fabel, diambil dari Bahasa Belanda adalah cerita yang menggunakan hewan sebagai tokoh utamanya. Misalkan cerita kancil atau cerita Tantri di Indonesia,

Banyak satrawan dan penulis dunia yang juga memanfaatkan bentuk fabel dalam karangannya. Salah seorang pengarang fabel yang terkenal adalah Michael de la fontaine dari Prancis. Penyair Sufi Fariduddin Attar dari Persia juga menuliskan karyanya yang termashur yakni Musyawarah Burung dalam bentuk fabel.

Biasa pada sebuah fabel tersirat moral atau makna yang lebih mendalam.

  • Parabel Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
Parabel (Bahasa Yunani : παραβολή, parabolē) adalah cerita rekaan untuk menyampaikan ajaran agama, moral atau kebenaran umum dengan menggunakan perbandingan atau ibarat. Parabel seperti metafora yang diperluas menjadi suatu kisah singkat dan berbeda dengan fabel dalam hal pengibaratannya: fabel menggunakan hewan, tumbuhan, benda, dll. sedangkan parabel menggunakan manusia. injil merupakan suatu contoh yang banyak mengandung parabel di dalamnya.
  • Peripase Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.

Perifrasa adalah majas yang berupa pengungkapan yang panjang sebagai pengganti pengungkapan yang lebih pendek , atau, dengan kata lain, suatu frasa panjang menggantikan frasa yang lebih pendek. Frasa atau kata yang digantikan tersebut dapat berupa nama tempat, nama benda, atau nama sifat. Contoh:

  • Ia bersekolah di kota kembang (maksudnya: Bandung ).
  • Indonesia pernah dijajah oleh negeri matahari terbit (maksudnya: Jepang).
  • Eponim Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.

Eponim adalah nama orang (bisa nyata atau fiksi) yang dipakai untuk menamai suatu tempat, penemuan atau benda tertentu dikarenakan kontribusi atau peranan tokoh yang bersangkutan pada obyek yang dinamai tersebut. Dalam bidang sains dan teknologi, sebuah penemuan biasanya diberi nama sesuai dengan penemunya, contoh:

  • Simbolik Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.

Simbolisme adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol benda, binatans, atau tumbuhan. Contoh:

  • Ia terkenal sebagai buaya darat.
  • Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
  • Asosiasi perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.
Contohnya : Semangatnya Keras bagai baja
Wajahnya bagai bulan purnama
Sumber Wikimedia


Responses

0 Respones to "Majas Perbandingan"

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Daftar Sekolah Se Kabupaten Cianjur


Pemda Cianjur


Direktorat Pembina SMK


Seamolec


SMK Nuris (Nurul Islam)


SMK PGRI 1 Pariwisata


SMK PHT (Perhotelan)


SMK N 1 Cianjur


SMK N 1 Cilaku


SMK N 2 Cilaku


SMK N 1 Pacet


SMK N 1 Cipanas


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Maaf Belum Di Posting


Tukeran link yuu.. Copy Paste Kode Dibawah ini di Blog anda..nanti saya akan link balik
Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors